PELATIHAN PENULISAN BIOGRAFI PEGIAT LITERASI AKTIF (PELITA) GUNUNGKIDUL
Oleh: Florentina Winarti
Pegiat
Literasi Aktif Gunungkidul menyelenggarakan pelatihan penulisan biografi dengan
narasumber Dra. Sri Sugiastuti M.Pd. atau yang lebih familier dengan sebutan Bu
Kanjeng. Acara terselenggara berkat kerjasama Pelita Gunungkidul dengan Dinas
Pendidikan Kabupaten Gunungkidul. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul
juga memberikan ijin tempat di lantai 3 aula Dinas Pendidikan Kabupaten
Gunungkidul. Acara tersebut dihadiri oleh 60 peserta yang terdiri dari guru SD,
SMP, SMA, dan anggota pegiat literasi Gunungkidul. Pelaksanaan diklat tanggal
13 Juni 2025 pukul 12.30-15.30. Bentuk pelatihan IHT (In House Training) dengan
rincian tatap muka 6 JP, tugas mandiri menulis tema 12 JP, membuat draf 12 JP,
diakhiri dengan tatap muka lagi 2 JP. Jadi total jam adalah 32 JP.
Pukul
12.30 acara di mulai dengan berdoa menurut agama dan keyakinan masing-masing.
Kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 stansa oleh semua yang hadir,
dilanjutkan acara sambutan. Sambutan yang pertama adalah pengantar dari ketua
Pelita Gunungkidul Bapak Susanta. Beliau mengucapkan terimakasih kepada
narasumber yang telah meluangkan waktunya untuk pembimbingan penulisan biografi.
Semoga bermanfaat untuk kemajuan pendidikan di Gunungkidul. Pertemuan ini nantinya
ada kelanjutan secara daring. Semoga menyenangkan dan tidak menjadikan beban
bagi para peserta. Beliau juga berharap ada produk yang dihasilkan dari diklat
penulisan biografi ini. Pada akhir sambutannya beliau berpantun:
Pergi ke Yogyakarta lewat Wonosari
Jangan lupa lewat Heha
Mari kita berlatih literasi
Bersama dengan grup pelita
Sambutan
ke dua dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul yang di wakili oleh
Ibu Irma Madyastuti. Dalam sambutannya beliau berpesan untuk selalu
menggalakkan literasi di Gunungkidul. Semoga pelatihan ini bisa menghasilkan
buku yang bermanfaat. Mudah-mudahan dari pertemuan ini kita mendapatkan
inspirasi untuk penulisan biografi. Beliau sekaligus membuka acara diklat
penulisan biografi mewakili Kepala Dinas yang berhalangan hadir karena ada
tugas luar. Beliau mengatakan bahwa dari bapak ketua kita sudah di chas 20%,
dari Kepala Dinas di chas 30%, maka nanti dari Bu Kanjeng akan mengechas kita
sebanyak 50%. Maka genaplah 100% penuh yang akan memacu semangat kita hari ini.
Harapan beliau, Pelita Gunungkidul sebagai cahaya untuk pengembangan literasi
di Gunungkidul.
Sebelum
acara inti ada selingan dari ibu-ibu anggota Pelita dengan mempersembahkan
Senam Kreasi Gunungkidul “Bumiku Handayani”. Acara tersebut di pandu oleh Ibu
Mariana Subiyatini. Peserta yang hadir juga ikut senam, mereka semua bergoyang
mengikuti alunan musik jawa khas Gunungkidul. Suasana menjadi meriah penuh keakraban
di antara para peserta yang hadir.
Acara
selanjutnya adalah pemaparan materi dari narasumber. Bu Kanjeng adalah sosok
yang berperan sebagai pengawal lahirnya Pelita (Pegiat Literasi Aktif)
Gunungkidul. Beberapa kegiatan sebelumnya yang juga sebagai narasumber di
Gunungkidul adalah diklat bedah buku EYD, ikut berpartisipasi dalam HUT Kabupaten
Gunungkidul membacakan puisi Akrostik, juga kegiatan penulisan essai tentang potret
destinasi wisata Gunungkidul yang diadakan oleh UGM. Acara inti yang di
nanti-nantikan tiba yaitu pemaparan materi dari Bu Kanjeng. Biografi adalah
tulisan kisah hidup seseorang baik diri sendiri maupun tokoh lain. Tujuan dari
penulisan biografi adalah menginspirasi, mendokumentasikan sejarah atau warisan
kepada generasi mendatang. Sangat jelas dan menarik beliau memaparkan materi
penulisan biografi, ini terbukti dengan antusias dan keaktifan peserta yang
hadir dalam sesi tanya jawab.
Ada
2 sesi tanya jawab. Penanya pertama Bapak Bambang Suharnanta Susila “Dalam
biografi apakah di ceritakan hal-hal yang baik-baik saja?” Tanggapan dari Bu
Kanjeng dalam menulis kita harus jujur tetapi dalam tanda kutip sesuai dengan
tujuan apakah untuk menghina orang atau sebagai pencitraan saja. Jadi kembali
ke hati nurasi masing-masing. Pertanyaan dari Bapak Budiyono “Bagaimana menjaga
konsistensi agar dalam menulis bisa berlanjut tidak mlangkrak di tengah jalan?”
jawaban dari Bu Kanjeng kita harus mempunyai komitmen berapa bulan harus
selesai, membuat kerangka tulisan, mencari penyemangat misal melalui komunitas,
mempunyai patner, dan harus pinter-pinter membagi waktu dengan tepat.
Pada
sesi kedua juga ada penanya Ibu Marini “Bagaimana menjaga keakuratan sebuah
biografi, apakah mereka percaya kalau yang kita tulis adalah benar-benar
terjadi?” tanggapan dari Bu Kanjeng adalah di lihat dari segmen pembaca siapa, jika
misal guru, prestasinya apa, dibuktikan dengan foto dan lainnya. Terakhir
adalah pertanyaan dari Bu Puji Astuti “Bagaimana cara memberikan judul pada penulisan
biografi agar menarik?” Tanggapan dari Bu Kanjeng jika tulisan telah selesai di
baca berulang-ulang, nah dari penggalan kalimat bisa di jadikan judul. Pertanyaan
yang kedua “Bagaimana cara mengembangkan tulisan agar tidak kehabisan kata-kata
dan tidak ngalor ngidul ngulon ngetan?”
Jawaban dari Bu Kanjeng misal tema terpuruk, penyebabnya apa dengan pola
pikir 5W + 1 H, bisa juga dengan peta konsep sehingga tulisan fokus dan tidak
kemana-mana.
Para
penanya oleh Bu Kanjeng di beri doorprice. Ada sebanyak 6 penanya, tetapi
karena hadiah buku hanya 4 buah, maka di undi, yang mendapat undian Bu Puji
Astuti, Pak Budiono, Pak Bambang Suharnanta, dan Bu Titik. Alangkah senang hati
mereka mendapat buku dari Bu Kanjeng. Pukul 15.30 acara ditutup dengan berdoa
bersama. Usai sudah pertemuan perdana hari ini. Semoga kami semakin bersemangat
dalam memulai penulisan biografi ini, sehingga benar-benar menghasilkan produk
berupa buku biografi.



Komentar
Posting Komentar